Ada yang mengatakan bahwa ministry yang satu ini bertumbuh dan berkembang secara ‘growing by accident’ atau ‘tumbuh secara kebetulan’. Anggapan itu dapat dimengerti, bila kita mengingat ministry BOM lahir di tengah situasi krisis ekonomi dan bencana moneter yang menggoncang Indonesia 22 tahun lalu. Positifnya, damage goncangan krisis tersebut mengakibatkan banyak orang berdoa, termasuk mengadakan persekutuan persekutuan doa di kantor-kantor, di tempat-tempat kerja.


Waktu itu, dari 8-11 persekutuan doa yang dibina dan dilayani BOM, kemudian mengalami mengalami pertumbuhan kuantitas menjadi sekitar 100an Persekutuan Doa Kantor dan terus bertambah serta bertumbuh dari waktu ke waktu. Kemudian, melangkah dalam tuntunan Tuhan, khususnya dalam Tahun Pelipatgandaan, BOM mengadakan serangkaian persiapan demi persiapan, pembenahan demi pembenahan. Kualitas pelayanan ditingkatkan, training dan audisi hamba-hamba Tuhan diadakan, arahan-arahan dan perhatian pun dioptimalkan. Ketika jumlah Persekutuan Doa yang harus dilayani mencapai angka 200an, TUHAN menggerakkan hati seorang pengusaha yang saat itu baru mengalami lahir baru dan usahanya sedang mengalami recovery untuk menyediakan sebuah space di kantor perusahaannya di tengah kota Jakarta guna menjadi kantor sekretariat operasional pelayanan BOM. Sampai di sini, dapat dikatakan bahwa BOM ”Business & Office Ministry” bertumbuh dari ‘growing by accident’ kepada ‘growing by grace’. Waktu bergulir dalam percepatan, dimana hampir satu dekade ini paradigma pelayanan dunia kerja atau marketplace mulai TUHAN agendakan kepada Gereja, BOM telah ada didalamnya.
Dalam tuntunan TUHAN tentang HEALING bagi marketplace, ternyata TUHAN selama ini telah mempersiapkan dan memposisikan platform ministry pelayanan BOM pada track pemahaman yang benar dalam pelayanan marketplace, di tengah kancah hingar bingarnya “trend” pelayanan marketplace di sana sini yang sedang mencari bentuk dan jati diri. Berangkat dari basic pelayanan Persekutuan Doa Kantor sebagai “core” ministrynya, saat ini BOM telah berada dalam fase lebih lanjut, dengan varian-varian program pengembangan untuk memaintain anointing of healing at the marketplace itu. Dari ‘growing by accident’ kepada ‘growing by grace’ kepada ‘growing by anointing’ , yakni triple anointing, untuk menjadi berkat bukan hanya bagi kota Jakarta tetapi juga bagi 20 cities dan lebih luas lagi menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Blessing Over Marketplace. Berjalan dalam pengurapan dan tuntunan Tuhan mengajarkan BOM untuk confidence dengan pemahaman tentang pelayanan marketplace, yakni :
Bahwa transformasi marketplace yang kita yakini mempercepat transformasi bangsa haruslah diawali dan dikawali dengan kegerakan doa. Tanpa kegerakan doa, transformasi yang kita damba hanya akan menjelma sebagai ‘rekayasa genetika’ belaka. Persekutuan Doa Kantor, ternyata adalah salah satu cara untuk men-trigger kegerakan doa dan kehadiran Tuhan di tempat-tempat kerja.
Bahwa definisi “marketplace” sering hanya diidentikkan dengan “boss” atau pengusaha atau business owner. Padahal seharusnya tidak demikian. Seharusnya kita juga membuka mata bahwa para profesional dan para karyawan adalah komponen mayoritas dunia kerja (marketplace). Para futuris bahkan menganalisa peranan segmen “middle level management” akan semakin punya posisi bargaining dan pengaruh yang besar. Lingkup pengertian marketplace juga bukan hanya dunia bisnis (korporat) tetapi juga termasuk para profesional seperti dokter, guru, pedagang asongan, pasar tradisional, bahkan satpam,dan juga dunia pemerintahan, seni serta budaya. Pendeknya, marketplace adalah “dunia di luar tembok gereja”.
Bahwa godaan terbesar pelayanan marketplace adalah kecenderungan untuk berfokus pada pendekatan programprogram yang bersifat “phisically” (fisik). Padahal pelayanan marketplace harus berfokus pada pendekatan “spiritually”. Hal-hal fisik hanyalah akibat otomatis atau produk. Bila terbalik, maka sejarah akan terulang: kemegahan fisik namun kekerontangan rohani. Mungkin itu salah satu sebab mengapa ‘Kaki Dian’ itu beranjak dari Korea ke Indonesia ; Dan kita seharusnya membuatNya tinggal di sini. Beranjak dari pemahaman itu, BOM menyadari untuk berfokus kepada pendekatan spiritual sebagai “core” program. Selebihnya daripada itu adalah “development” program dan “supported” program.
3 Kerangka Utama Pelayanan MORE / New- BOM (BLESSING OVER MARKETPLACE)
1. CORE Program (Program Inti)
God’s Presence @ Workplace, mengundang Hadirat Tuhan dan membangun Atmosfer Spritual melalui mezbah doa on the spot di tempat kerja, yang lazim dikenal dengan istilah Persekutuan Doa Kantor. Saat ini BOM Center di Jakarta dan BOM Cities lainnya, melayani sekitar 300 Persekutuan Doa Kantor.
2. DEVELOPMENT Program (Program Pengembangan)
Pro & Biz Community : Terbentuknya komunitas-komunitas Pro & Biz (professional & business people) sebagai “esensi Gereja” untuk merepresentasikan Kerajaan-Nya, dengan motto: W.I.N -Witness (Winning Soul), Impartation, Networking.
“7 Kingdom Lifestyle” : Serial modul, training & equipping program tentang bagaimana seharusnya pelaku dunia kerja (Pro & Biz people) menampilkan gaya hidup (lifestyle) dan nilai-nilai Kerajaan Allah.
BOM Care : Program kepedulian kepada masyarakat miskin (pra sejahtera).
BOM Counseling Center : – Tax Consultant – HRD Consultant – “The Survivor” – Building Team Outbond
BOM.com Daily Devotion : Renungan Harian bagi Dunia Kerja
Marketplace Breakthrough Prayer (MBP): Menara Doa Terobosan bagi Dunia Kerja, dengan tujuan: – Berdoa secara unity dan terfokus untuk terjadinya terobosan atas gerbang-gerbang kota. – Menumbuhkan awareness jemaat akan pelayanan marketplace (yang merupakan ‘dinamika baru’ yang akan menyegarkan pelayanan dalam gereja masa kini).
Fellowship & Gathering : Merupakan format pertemuan pelaku dunia kerja atau beberapa “Pro & Biz” bergabung dalam suasana informal untuk saling berinteraksi dan lebih saling mengenal.
Event & Seminar : Merupakan format pertemuan pelaku dunia kerja atau beberapa “Pro & Biz” bergabung dalam suatu event atau seminar topical
3. SUPPORTED Program (Program Pendukung)
Pelatihan SDM / jemaat untuk diaktifberdayakan melalui pelayanan marketplace
Diklat dan Audisi Pengkotbah/Trainer, Penyiapan materi, Konferensi, dan lain-lain
Karakteristik
Oikumene interdenominasi adalah karateristik pelayanan Blessing Over Marketplace (BOM). Artinya, meski secara historis dan secara struktural BOM memang dilahirkan dan bernaung di bawah GBI Jl. Gatot Subroto – Healing Movement Ministry, namun dalam pelayanannya BOM tidak menyandang atribut-atribut organisasi gerejawi, sehingga dapat bergerak secara lebih luas untuk melayani dan menjadi berkat bagi kalangan Marketplace yang terdiri dari berbagai latar belakang denominasi Gereja.
